Sambutan Panitia

Dalam peziarahan hidup ini, kita sering terbentur dengan berbagai perbedaan dan keberagaman. Namun hal itu seharusnya tidak menjadi halangan dan hambatan untuk menciptakan keharmonisan. Adaptasi terhadap perbedaan dan keberagaman mutlak diperlukan, dan pastinya progres tersebut tidak mudah dan butuh waktu.

Adaptasi juga diperlukan dalam bernyanyi, khususnya berpaduan suara. Kita sering mendengar ungkapan “Qui bene cantat, bis orat”, bahwa bernyanyi dengan baik dalam ibadah sama dengan berdoa dua kali, yang mana dapat terwujud ketika dalam bernyanyi tercipta suatu harmoni. Perpaduan nada-nada yang berbeda ketika berbunyi bersamaan secara selaras akan menjadi harmonis. Oleh karena itu sebuah wadah diperlukan untuk mengevaluasi dan mengapresiasi proses pembelajaran untuk berharmoni dalam berpaduan suara yang mana kita boleh membawakan sebuah karya untuk berdinamika, berproses, menuangkan segala isi hati dan pikiran untuk bergembira bersama memuji nama-Nya. Hal ini lah yang akan terus kita lakukan, yakni memuliakan Tuhan melalui rangkaian harmoni yang kita nyanyikan.

Syukur kepada Tuhan, Festival Paduan Suara (FPS) IX Katedral Semarang boleh kembali terlaksana. Semoga kegiatan ini dapat menjadi penyemangat kita semua untuk berharmoni dalam peziarahan. Walaupun terdapat perbedaan namun tetap berkarya, berkomunitas, bersaksi, dan melayani bersama untuk memuliakan nama-Nya.

Akhir kata, selamat mengikuti Festival Paduan Suara (FPS) IX Katedral Semarang. Harmonie Para Sempre, berharmoni selamanya di dalam perbedaan untuk memuliakan Tuhan. Qui Bene Cantat Bis Orat.

Semoga Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

Adeline Gunawan

Ketua Panitia