Sambutan Romo Paroki

Musik itu mempersatukan. Ia adalah lingua franca penyambung hati banyak orang dari berbagai tempat yang berbeda. Ia seperti halnya sumber air alami yang mengalir deras, memberikan kesejukan pelepas dahaga dan kesegaran bagi mereka yang datang meminum airnya. Ia bersinar seperti pelita yang menghalau kegelapan membawa harapan yang hampir pudar. Ia mengajarkan apa itu nilai-nilai kehidupan yang terkadang forte, lalu staccato, atau bahkan pianissimo. Musik itu layaknya ibu yang mengasuh banyak anak yang mengajarkan keseimbangan antara lirik kata dan untaian nada seiring seirama berpadu melahirkan harmoni. Kehidupan itu adalah harmoni.

Harmonie Para Sempre. Harmoni itu meramu keindahan keragaman untuk saling melengkapi. Harmoni itu melahirkan kisah-kisah ksatria yang memperkuat jiwa. Harmoni itu menjadi kerinduan yang menyembuhkan untuk tetap kokoh dan tegar. Harmoni itu menciptakan keberlanjutan dalam berkreasi tanda bahwa seni itu tidak mati. Harmoni itu ialah aku, kamu, dan kita.

Selamat kepada seluruh peserta FPS IX Katedral Semarang. Teruslah berdinamika bukan untuk mencari kemenangan semata. Mari meneladan semangat santo Stanislalus Kostka: Ad Maiora Natus Sum (Aku lahir untuk hal-hal besar).  Terimakasih teman-teman panitia FPS IX yang telah mewarnai Gereja Katedral Semarang. Semoga segala talenta yang ada kita persembahkan bagi kemuliaan Tuhan. Viva La Musica!

Yosafat Dhani Puspantoro Pr.