SONIA NADYA SIMANJUNTAK

Sonia Nadya Simanjuntak adalah Direktur Paduan Suara, Konduktor, dan Koreografer Indonesia dengan dedikasi serta pengalaman internasional yang luas.

Beliau sering terlibat sebagai panel juri dalam berbagai festival dan kompetisi paduan suara, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dianugerahi penghargaan sebagai The Best Inspirational, Excellent Conductor, dan Outstanding Teacher, Sonia kerap diundang untuk memberikan lokakarya dan masterclass bagi berbagai paduan suara di Indonesia maupun luar negeri. Saat ini, Sonia menjabat sebagai Conductor-Artistic Director beberapa kelompok paduan suara lintas usia di Indonesia, seperti Indonesian Children and Youth Choir-Cordana, Biak Faiman Indo Choir-Papua, Filadelfia Youth Choir, dan LSPR Choir. Sejak tahun 2022, Sonia ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia dalam World Choir Council Member-Interkultur serta telah dipercaya menjadi juri di beberapa negara seperti Yunani, Vietnam, dan China.

Di bawah arahannya, berbagai paduan suara asuhannya berhasil meraih segudang prestasi, termasuk gelar Grand Prix Winner, Category Winner, hingga Most Outstanding Performances with Choreography dalam berbagai ajang internasional. Perjalanan musiknya dimulai pada tahun 1992 sebagai anggota senior Indonesian Children and Youth Choir-Cordana di bawah bimbingan Aida Swenson Simanjuntak. Sebagai salah satu penyanyi utama, beliau kemudian dipercaya menjadi Asisten Direktur Paduan Suara dan membantu membawa paduan suara tersebut menuju pengakuan internasional dalam berbagai penampilan, termasuk ACDA Miami (2007), IFCM Copenhagen (2008), Musica Sacra Marktoberdorf (2010), Festival 500 St. John New Foundland (2011), dan Polifolia France (2011). Karier Sonia terus berkembang di kancah global sebagai Asisten Direktur Paduan Suara untuk Indonesian Children and Youth Choir-Cordana dalam acara seperti Musica Sacra San Juan-Argentina (2012), World Youth Choir Basel-Switzerland (2016), serta konser di Kennedy Center, Washington D.C. (2018). Lebih jauh lagi, Sonia mendapat kehormatan untuk memimpin kolaborasi paduan suara dalam PODIUM on The EDGE Singing from Sea to Sea di Newfoundland, Kanada (2018) dan World Choral Expo di Lisbon, Portugal (2019).

Menerima penghargaan beasiswa dari HSBC Jakarta, beliau melanjutkan studi di University of Oregon, Amerika Serikat, dengan fokus pada bidang Vokal dan Tari. Sekembalinya ke Indonesia, Sonia membina berbagai paduan suara mulai dari sekolah, universitas, gereja, instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga berbagai provinsi. Beliau telah ditunjuk menjadi konsultan paduan suara, konduktor tamu, koreografer, pembicara, klinisi paduan suara, dan juri di seluruh Indonesia. Pengalaman dan pendidikan internasionalnya segera menempatkan Sonia sebagai salah satu konsultan paduan suara dan vokal terkemuka di tanah air.

Sebagai mantan anggota Lembaga Pengembangan Paduan Suara Nasional (LPPN) periode 2013-2018, kontribusi Sonia membantu mendorong berbagai paduan suara dan konduktor mencapai standar internasional. Sejak 2013, beliau juga menjabat sebagai Kepala Konsultan Paduan Suara untuk Pendidikan Musik di Biak, Papua. Selama masa pandemi, Sonia dipercaya menjadi Dosen untuk Singing Guilds dan Voice Performance di Performance Art Communication London Institute of Communication and Business tahun 2020-2022. Beliau juga terpilih menjadi Pembicara Tamu di Kodaly Workshop Symposium di Singapura (2023), Konduktor Tamu di China’s 7th International Youth Chorus Camp di Hangzhou (2024), serta mendapat kehormatan untuk memimpin lagu tema pada 14th World Peace Choral Festival di Wina (2025) sekaligus menerima penghargaan Angel of Peace Award.

Sonia sering dipercaya sebagai Koreografer untuk The Resonanz Children’s Choir, Batavia Madrigal Singers, Maranatha Christian University Choir, PSM ITB, Paramabira, 78 Youth Choir, Purwa Caraka Music Studio Choir, Borneo Catanta Choir-Samarinda, NSGMC Choir-Manado, Bank Sulut Go Choir-Manado, serta tim North Sulawesi Youth and Mixed Choir dalam kompetisi paduan suara gereja nasional. Sonia juga dipercaya untuk melakukan kolaborasi musik dengan Erwin Gutawa dan Andi Rianto. Visi dan misinya dalam mengembangkan kreativitas serta mengangkat derajat paduan suara Indonesia ke panggung global telah membuahkan pengakuan luas di tingkat nasional maupun internasional, serta menjadikan beliau sosok yang dipandang oleh banyak praktisi paduan suara di Indonesia.